Tuesday, February 21, 2012

Kenapa Paham Sosialisme kalah dari pengaruh Liberalisme?

Secara etimologi kata Ideologi berasal dari bahasa Yunani. Kata ini berasal dari gabungan dua kata yaitu edios yang artinya gagasan atau konsep dan logos yang berarti ilmu. Jadi pengertian ideologi secara umum adalah sekumpulan ide, gagasan, keyakinan dan kepercayaan yang menyeluruh dan sistematis. Dalam arti luas, ideologi adalah pedoman yang dipakai oleh seluruh kelompok sebagai dasar cita-cita, nila dasar dan keyakinan yang dijunjung tinggi.

Ideologi diterapkan agar dapat memenuhi kehidupan politik dan ekonomi suatu bangsa. Ideologi juga akan menentukan tujuan dan arah dari suatu bangsa atau kelompok. Karena ideologi merupakan dasar dari segala sesuatu untuk tercapainya suatu tujuan yang diinginkan. Lihat saja, jika suatu negara tidak mempunyai ideologi, maka negara tersebut akan terombang-ambing dan tidak jelas mau dibawa kemana negara tersebut. Lain halnya jika suatu negara mempunyai ideologi yang kuat dan kokoh, maka negara tersebut tidak mudah terombang-ambing dan mempunyai pandangan akan negara tersebut dimasa depan.

Ideologi Liberalisme muncul pertama kali pada awal abad ke 16. Dengan pokok-pokok pemikirannya:    
ñ  Kesempatan yang sama. (Hold the Basic Equality of All Human Being). Bahwa manusia mempunyai kesempatan yang sama, baik dalam bidang ekonomi, sosial politik, dan lain lain. Namun karena kualitas manusia yang berbeda-beda, sehingga dalam menggunakan persamaan kesempatan itu akan berlainan tergantung kepada kemampuannya masing-masing. Terlepas dari itu semua, hal ini (persamaan kesempatan) adalah suatu nilai yang mutlak dari demokrasi.

ñ Dengan adanya pengakuan terhadap persamaan manusia, dimana setiap orang mempunyai hak yang sama untuk mengemukakan pendapatnya, maka dalam setiap penyelesaian masalah-masalah yang dihadapi baik dalam kehidupan politik, sosial, ekonomi, kebudayaan dan kenegaraan dilakukan secara diskusi dan dilaksanakan dengan persetujuan – dimana hal ini sangat penting untuk menghilangkan egoisme individu.( Treat the Others Reason Equally.)
ñ Pemerintah harus mendapat persetujuan dari yang diperintah. Pemerintah tidak boleh bertindak menurut kehendaknya sendiri, tetapi harus bertindak menurut kehendak rakyat.(Government by the Consent of The People or The Governed)
ñ Berjalannya hukum (The Rule of Law). Fungsi Negara adalah untuk membela dan mengabdi pada rakyat. Terhadap hal asasi manusia yang merupakan hukum abadi dimana seluruh peraturan atau hukum dibuat oleh pemerintah adalah untuk melindungi dan mempertahankannya. Maka untuk menciptakan rule of law, harus ada patokan terhadap hukum tertinggi, persamaan dimuka umum, dan persamaan sosial.
ñ Yang menjadi pemusatan kepentingan adalah individu.(The Emphasis of Individual)
ñ Negara hanyalah alat (The State is Instrument). Negara itu sebagai suatu mekanisme yang digunakan untuk tujuan-tujuan yang lebih besar dibandingkan negara itu sendiri. Di dalam ajaran Liberal Klasik, ditekankan bahwa masyarakat pada dasarnya dianggap, dapat memenuhi dirinya sendiri, dan negara hanyalah merupakan suatu langkah saja ketika usaha yang secara sukarela masyarakat telah mengalami kegagalan.
ñ Dalam liberalisme tidak dapat menerima ajaran dogmatisme (Refuse Dogatism). Hal ini disebabkan karena pandangan filsafat dari John Locke(1632 – 1704) yang menyatakan bahwa semua pengetahuan itu didasarkan pada pengalaman. Dalam pandangan ini, kebenaran itu adalah berubah.

Sedangkan Ideologi Marxisme Sosialisme muncul pertama kali pada awal abad 18. Inti dari Ideologi ini adalah diakuinya kepemilikan bersama yang artinya sangat berlawanan dengan Ideologi Liberalisme. Ideologi Marxisme Sosialisme memang muncul sebagai lawan dari Ideologi Liberalisme Kapitalisme, karena Ideologi Liberalisme Kapitalisme tidak menguntungkan pihak yang tidak memiliki modal, oleh karena itu munculah paham Marxisme dan Sosialisme yang berpaham menghapus hal milik pribadi.

Menurut saya kenapa Paham Sosialisme kalah dari pengaruh Liberalisme, yaitu karena Paham Sosialisme itu bersifat tertutup artinya paham tersebut tidak akan melakukan penyesuaian terhadap jaman. Paham Sosialisme tidak akan melakukan pemenuhan kebutuhan ekonominya yang dari tahun ke tahun semakin banyak, dengan cara mengambilnya dari negeri orang lain, seperti yang dilakukan Paham Liberalisme.


Dengan tidak melakukannya pemenuhan kebutuhan ekonominya secara penuh, maka keadaan ekonominya tersebut lama kelamaan akan menuju kehancuran. Sedangkan paham Liberalisme bersifat terbuka artinya mempu menyesuaikan dengan jaman yang berlaku. Paham Liberalisme tidak mengenal pemenuhan ekonominya secara sendiri, tanpa mengambilnya pada negeri orang lain. Melainkan paham ini menganggap yang mempunyai modal akan menguasai keadaan ekonominya, bebas dia mau melakukannya dengan cara apapun, termasuk merampas kekayaan alam negara lain.



(NS;2011)

No comments:

Post a Comment